12 Kejadian Bikin Parno Yang Sering Dialami Pendaki Saat Berada di Gunung

gunung-indonesia.com — Selalu ada cerita, kenangan, kejadian demi kejadian yang akan kita dapati saat mendaki gunung. Salah satunya kejadian yang bikin kita parno saat dihadapkan oleh suatu keganjilan. Tak jarang kejadian tersebut berulang tatkala kita mendaki gunung ditempat berbeda. Entah hanya perasaan kita saja, apa memang begitu adanya. Sehingga kejadian – kejadian bikin parno ini seringkali kita alami saat mendaki gunung.

1. Seperti Ada Yg Mengikuti Dari Arah Belakang

person-1030884_1280

Pernahkah kamu berjalan terlalu cepat atau tertinggal dari teman pendakianmu sehingga berada “sendiri” di jalur pendakian ? Atau kamu yg bertugas sebagai sweeper dalam grup, biasanya timbul perasaan seperti ada sesuatu yang mengikuti dari arah belakang. Namun saat kamu memutuskan untuk membalikan badan, nyatanya tak ada siapa-siapa.

2. Suara Yang Memanggil Namamu, Suara Menangis atau Tertawa

pexels-photo

Suara – suara tersebut kadang terdengar pada momen yang tidak tepat dan pada tempat yang tak lazim. Tak jarang pula suara-suara tersebut hanya kamu sendiri yang mendengar.

A : “Eh.. denger suara orang nangis gak?”

B : “Ah Nggak.. Jangan bikin gue parno deh!

A : “Serius! Masa Lo gak denger? ini suara jelas banget.”

3. Mata Yang Melihat, Memandang, Melotot Ke Arahmu

Horror Wallpapers

Namanya mata suka bergerak kesana kemari. Tapi dalam suatu kesempatan, kamu melihat satu titik seperti ada sesosok dengan mata yang tertuju padamu. Kalo yang menatap si doi oke lah ya, tapi kalau yang ini… entah apa dan siapa.

4. Jalur Pendakian berasa lebih panjang dari biasanya

canyon-1209287_1920

Kadang kamu dibikin keder sama jalur pendakian yang pernah dilewati sebelumnya. Saat kamu lewat jalur itu kembali, jalur berasa lebih panjanggggg atau berasa di puter – puter. “Sudah berjam jam jalan sih, tapi kok ‘masih’ disini sini aja?”

5. Tak ada angin, tak ada badai, tenda bergerak/berguncang dengan sendirinya

pexels-photo-186669

Lagi asik-asiknya ngobrol, ngopi didalem tenda, tiba-tiba tenda bergerak kesana kemari, seperti ada yang mengguncang.

6. Anggota team ‘bertambah’ secara misterius

trekking-299000_1920

Biasanya terjadi oleh tim pendakian dengan jumlah anggota yg banyak. Saat berhitung anggota,  jumlah anggota jadi jadi lebih banyak dari sebelumnya. Dalam beberapa kejadian hal ini berulang hingga 2 – 3 kali berhitung.

7. Ransel berasa lebih berat, padahal Beban ransel lebih ringan dibanding sebelumnya

pexels-photo

Pasti kamu paham donk Kondisi Ransel/keril sebelum mendaki gunung? Yup, Full Muatan, gak usah tanya beratnya berapa hehe Nah kebalikan dari naik gunung, kondisi ransel saat turun gunung jauh lebih ringan karena muatan logistik pendakian sudah berkurang. Beberapa dari kita saat turun gunung biasanya membagi muatan ranselnya ke teman satu tim secara rata supaya beban hidup lebih ringan. Tapi walau sudah lebih ringan, kenapa ya beban malah nambah berat ?

8. Dalam anggota team kamu berjalan lebih dulu, temanmu jauh dibelakang. Saat sampai ke tempat tujuan, temanmu yg dibelakang datang lebih dulu

macan-sumatera-blogspot1487873_900921446590153_1114636881_o

A : “Gua istirahat dulu disini, lo jalan duluan aja, noh si E sama si F susul, tunggu gue di pos selanjutnya.”

B : “Beneran nih? Berani gak lo ditinggal sendiri?”

A : “Iya gpp, santai aja. dibelakang kita kan masih ada si C sama si D, ntar gue bareng sama mereka.”

B : “Yaudah, gue duluan ya.”

*beberapa saat kemudian*

B : “Eh kok elo yang nyampe duluan?”

A : “Lah gue kira lo udah nyampe dari tadi, kirain lo barusan kemana dulu.”

B : “Serius! tanyain aja  si E atau si F.”

E : “Gua diem disini dari tadi cuma lihat si A nyampe kesini bareng si C sama si D, gua kira si B juga ada.”

B : “Hahhhh ? padahal gue jalan duluan, pas di jalan juga nggak lihat si A, si C sama si D nyusul. Serius asli !”

9. Bertemu dengan seseorang yang orang lain/rombongan lain tak bertemu dengan orang tersebut. Biasanya berwujud orang tua, anak kecil, seseorang berpakaian serba putih atau hitam

sand-dunes-1149528_1920

Bertemu seseorang dijalur pendakian itu menyenangkan. Tegur sapa, keramahan, kebaikan, support semangat yang akan kita dapati saat berada di jalur pendakian. Terkadang kita menjumpai seseorang yang nampak berbeda, unik atau kontras dengan tampilan pendaki pada umumnya. Tak jarang seseorang tersebut hanya kita yang bertemu dengannya, sedang orang lain atau team lain tak bertemu dengannya.

*Ketemu kakek-kakek di jalur pendakian*

A : “Liat tuh guys si kakek , walau hujan juga masih semangat ndaki. Ayo yang muda jangan kalah semangat!”

Kakek : “Adek – adek ini semua mau naik apa turun ?”

Tim : “Mau naik kek.”

Kakek : “Yaudah hati-hati, diatas sering terjadi badai, tetep ingat Tuhan, kompak, jaga ucapan dan tindakan.”

Tim : “Siap kek terima kasih.”

Kakek : “Yaudah kakek mau turun dulu.”

Tim : “Hati-hati kek.”

*Tak lama berselang*

A : “Perasaan gue ada yang ganjil deh sama kakek-kakek yang tadi, masa gak bawa perlengkapan ndaki, nyeker, baju serba putih ditambah kondisi ujan kaya gini kok bajunya gak basah ya? Nah lohh siapa tuh ?”

10. Kabut tiba-tiba turun saat bersuara keras/mengumpat/berbicara kasar

foggy-1082038_1920

Kondisi cuaca saat itu cerah, gak lama berselang kabut turun, terkadang cuaca berubah jadi gak bersahabat. Sebelumnya cuaca berubah, ada seseorang atau salah satu teman kamu yang berbicara kasar/mengumpat alam/berteriak tanpa jelas.

11. Tercium aroma wewangian

hidupuntuksehatwordpress

Aroma kembang melati, kembang kamboja, kemenyan, bau kentut, bau ketek temen kamu  jadi daftar utama wewangian yang sering bikin parno diamanapun tempatnya, tak terkecuali saat berada di gunung.

12. Suara diluar tenda ramai, gaduh saat jam jam tidur

tent-1705315_1920

Lagi pules-pulesnya tidur dan pada jam tidur pula, suasana diluar tenda mendadak ramai, gaduh, tak jarang bak suasana pasar . Padahal hanya kamu dan teman temanmu yg mendirikan tenda ditempat itu. Kalo memang suasana camp ramai, apa mungkin muncul suara-suara layaknya transaksi jual beli di pasar ?

Gimana guys, pernahkah kamu mengalami salah satunya ? atau ada hal parno lainnya selain diatas ? Well.. sepertinya memang banyak faktor yang menyebabkan hal-hal parno diatas menghinggapi diri kita saat berada di gunung, efek capek dari aktifitas mendaki tak jarang menyebabkan kurangnya fokus yang berujung pada halusinasi, namun kita juga tak dapat menampik kenyataan bahwa hal-hal diluar nalar juga bisa terjadi karena ada campur tangan makhluk Tuhan “lainnya” yang hidup saling berdampingan dengan manusia. Yang pasti keep positive thinking, keep safety hiking dan jangan lupa berdoa guys.

Sumber gambar : Pexels.com, Pixabay.com hidupuntuksehatwordpress.com, macan-sumatera.blogspot.com

 

Facebook Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *