7 Tips menyelematkan diri Jika Terjadi Gempa Saat Mendaki Gunung

gunung-indonesia.com — Minggu pagi, 30 Juli 2018 telah terjadi gempa yang berpusat di Pulau lombok. Gempa sebesar 6,4 SR itu mengakibatkan sejumlah bangunan rusak dan korban jiwa baik warga lokal maupun wisatawan mancanegara. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani pun menutup sementara jalur pendakian Gunung Rinjani karena terjadi longsor di beberapa titik pendakian dan penutupan juga bertujuan untuk memudahkan proses evakuasi pendaki yang masih terjebak di Gunung Rinjani.

Dampak Gempa NTB di Gunung Rinjani. Foto oleh : instagram @daretarc

Sejumlah pendaki yang saat itu sedang berada di Rinjani tak pernah membayangkan kejadian mencekam ini dialami oleh mereka. Sebab menurut laporan mereka di beberapa titik pendakian terjadi longsor, luncuran batu kerikil dan debu tebal yang menghalangi pandangan dan membuat kepanikan.  Kejadian seperti ini tentu tidak bisa kita prediksi kapan & dimana akan terjadi, tak terkecuali di gunung. Sebagai bentuk antisipasi dan supaya kita lebih waspada, berikut langkah-langkah yang setidaknya bisa dilakukan oleh pendaki saat terjadi gempa di Gunung.

1. Hindari Bangunan Permanen Seperti Shelter Atau Pos

Saat terjadi gempa, bangunan tembok berpotensi rubuh dan dikhawatirkan menimpa pendaki yang sedang berada di dalamnya. Terlebih kebanyakan bangunan di gunung minim perawatan dan ringkih sehingga mudah roboh saat digoncang oleh gempa.

2. Hindari Area Pinggir Jurang, Pinggir Lembah, Bibir Kawah Dan Area Yang Diatasnya Terdapat Bebatuan

Longsoran dan luncuran batu jadi momok yang paling menakutkan saat terjadi gempa di Gunung, selain itu potensi pohon tumbang juga tak kalah bahaya. Jika memungkinkan pergilah ke area tanah yang lapang dan kokoh untuk mengindari potensi bahaya tersebut.

3. Penting Memiliki Kontak Resmi Pengelola Gunung

Salah satu hal yang mungkin sering kita lupakan adalah meminta kontak nomor atau frekuensi HT (bagi yang membawa HT) basecamp/pengelola gunung sebelum memulai pendakian. Kontak nomor sangat berguna untuk menginformasikan hal-hal yang tidak diduga seperti terjadinya longsoran di gunung, terlebih di beberapa gunung Indonesia sinyal ponsel kini dapat dijangkau. Namun jauh-jauh hari sebelum pendakian tanyakan dulu sinyal provider yang tersedia di tempat yang akan dikunjungi.

4. Kendalikan diri

Sebisa mungkin kendalikan diri saat terjadi gempa di gunung. Kendalikan disini dalam arti tidak ceroboh saat memutuskan untuk menyelamatkan diri yang dapat membahayakan keselamatan diri ataupun orang lain.

5. STOP (Stop, Thinking, Observe, Planning)

Lakukan langkah (STOP) jika terjebak medan pendakian yang terkena dampak gempa seperti tertutup material longsoran, amblas, dll. Tenangkan diri, pikirkan langkah selanjutnya, Observasi lingkungan sekitar lalu rencanakan langkah yang akan diambil. Jika tidak memungkinan, hubungi kontak pengelola gunung lalu tunggu arahan atau evakuasi dari tim sar.

6. Jangan sia-siakan Logistik Pendakian

Manfaatkan dan pergunakanlah logistik pendakian (Makanan, minuman, gas, dll) sebaik mungkin. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti terjebak oleh medan pendakian yang terputus dan diharuskan bermalam lebih lama lagi, sedikit apapun logistik pendakian yang masih tersisa akan sangat bermanfaat. Dalam hal ini bagi pendaki yang memiliki skill survival menjadi nilai tambah tersendiri.

7. Safety first

Takkan lari gunung dikejar. Jika pendakian tidak memungkinan untuk dilanjutkan maka sebaiknya hentikan lalu evakuasi diri menuju tempat yang lebih aman. Semoga di kesempatan lain Semesta mengijinkan untuk menjejaki puncak yang sempat tertunda.

Ada yang mau menambahkan ? Semoga bermanfaat dan dapat menambah kewaspadaan khususnya bagi para pendaki.

Facebook Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *