Dear Pendaki, Kenalilah Hipotermia beserta cara Penanganan dan Pencegahannya berikut ini

gunung-indonesia.com — Hipotermia merupakan salah satu jenis resiko pendakian gunung, suhu dingin dan kondisi fisik yang letih jadi pemicu utama seseorang terserang hipotermia apalagi jika pendaki tersebut tidak melakukan persiapan pendakian yang baik. Banyak kasus pendaki terserang hipotermia di gunung dapat terselamatkan karena orang-orang terdekatnya mengetahui cara penanganannya, banyak pula penderita hipotermia meregang nyawa karena orang-orang terdekatnya belum mengetahui cara penanganannya. Sebagai persiapan dan antisipasi saat mendaki gunung, ketahui dulu yuk apa hipotermia itu.

Ilustrasi Hipotermia. Pict via wikihow

 

PENGERTIAN HIPOTERMIA

Hipotermia adalah penurunan suhu tubuh secara drastis, hingga di bawah 35 Celcius (suhu tubuh normal manusia berkisar di angka 37.5 – 36.5 Celcius) itu artinya seseorang kehilangan panas tubuh lebih cepat daripada saat tubuh menghasilkannya. Biasanya akan mudah menyerang para pendaki jika berada di cuaca dingin dalam waktu lama apalagi jika hujan dan berangin.

perubahan suhu penderita hipotermia. Pict  via hipotermija

HAL-HAL YANG BIASANYA MENYEBABKAN TERJADINYA HIPOTERMIA

  • Terlalu memaksakan kehendak pada saat pendakian
  • Kurangnya waktu istirahat saat pendakian
  • Kondisi fisik yang kurang fit saat pendakian
  • Diterpa cuaca gunung (dingin, hujan atau ber-angin)
  • Pakaian pendaki yang basah berlebih oleh hujan atau keringat
  • Peralatan dasar pendakian yang tidak lengkap atau rusak
  • Tidak menggunakan pelindung dingin seperti jaket
  • Tidak menggunakan jas hujan ketika hujan turun
  • Cara berpakaian saat pendakian yang keliru (Salah Kostum). Menggunakan pakaian yang mudah menyerap air dan tidak mudah kering
  • Kurangnya latihan fisik sebelum mendaki sehingga fisik mudah ngedrop
  • Kurangnya asupan kalori pada saat pendakian

TAHAPAN SESEORANG TERKENA HIPOTERMIA

FASE HIPOTERMIA RINGAN

  • Terjadi penyempitan pada pembuluh darah di permukaan kulit
  • Pada gejala awal hipotermia seperti orang merasa kedinginan pada umumnya, badan menggigil, pelan pelan semakin menggigil hebat menahan dingin. Pada fase ini sebaiknya kita waspada dan menyadarinya, jika kita atau melihat teman sependakian mulai masuk pada fase ini, segera tangani agar hipotermia tidak semakin parah.
  • Hipotermia menyerang secara perlahan, hal ini menyebabkan calon pengidap tidak menyadari bahwa akan terserang hipotermia.

FASE HIPOTERMIA SEDANG

  • Suhu tubuh semakin turun
  • Dingin semakin menjadi-jadi, badan semakin mengigil
  • Denyut nadi dan tekanan darah mulai menurun, penderita cenderung kebingungan, sulit melakukan gerakan, koordinasi tubuh mulai tidak beraturan, bicara meracau, pupil mata membesar

FASE HIPOTERMIA BERAT

  • Menggigil semakin hebat dan datang bergelombang lalu tiba-tiba menggigil berhenti. Hal ini disebabkan glikogen yang dibakar di dalam otot sudah tidak mencukupi untuk menahan suhu tubuh yang terus menurun. Sehingga tubuh berhenti mengigil
  • Untuk beberapa kasus Dari sejak pengidap tidak bisa menahan kedinginan sampai malah merasa kepanasan di tengah udara yang terasa membekukan
  • Hipotermia bisa menyebabkan pengidap pingsan berhalusinasi atau seperti orang kesurupan. Halusinasi akan sangat berbahaya jika dibiarkan, pengidap bisa bergerak sesuka hati, berlari-lari, meloncat dan membuka baju karena merasa kepanasan. Maka itu peran teman sependakian sangat dibutuhkan untuk menjaga pengidap dari hal-hal yang tidak diinginkan.
  • Jika pengidap hipotermia tidak segera ditangani pengidap akan kehilangan kesadaran, pengidap sudah tidak mempunyai gerakan reflek, penderita dalam fase koma, suhu tubuh menurun drastis, kondisi darurat dan jika suhu tubuh sampai di dibawah 10℃ adalah berhentinya sistem seluruh jaringan organ tubuh dan resiko besarnya pengidap bisa meninggal.

Perlu diperhatikan, Kejadian Hipotermia seringkali di diagnosa sebagai kesurupan karena seringkali pengidap meracau atau halusinasi. Jika kita jeli memperhatikan tanda-tanda seseorang terkena hipotermia, tentu berbeda dengan kejadian kesurupan. Membawa Termometer bisa jadi salah satu alat diagnosa awal untuk mengetahui seseorang terkena hipotermia atau kesurupan. Jika suhu seseorang berada dibawah suhu normal dan terus menurun bisa dipastikan seseorang tersebut terkena hipotermia.

Bawalah termometer saat pendakian. Pict via zero intikali

PENANGANAN HIPOTERMIA DAN HAL YANG HARUS DIHINDARI SAAT PENANGANAN HIPOTERMIA

Metode pertolongan darurat penganan hipotermia dapat kita lakukan di gunung antara lain  :

  1. Memantau pernafasan pengidap hipotermia. Berikan nafas buatan jika pengidap kehilangan nafas atau berhenti bernafas. Jika kerja jantung terhenti segera lakukan CPR sesuai standar.
  2. Jika pengidap berhalusinasi, seperti orang kesurupan, menanggalkan pakaian hingga telanjang di depan umum atau bergerak frontal segera kondisikan. Banyak kasus pendaki ditemukan di jurang dengan keadaan telanjang setelah sebelumnya terserang hipotermia
  3. Lepaskan pakaian pengidap hipotermia yang basah atau lembab dan gantilah segera dengan yang kering.
  4. Usahakan pengidap hipotermia tetap dalam keadaan sadar dan berbaring, ajaklah pengidap untuk berdialog, panggil namanya atau jika perlu berikan motivasi agar dapat bertahan
  5. Jika berada di luar, hindari pengidap bersentuhan dengan tanah atau lantai secara langsung. Jika memungkinkan pindahkan pengidap ke dalam tenda atau ruangan hangat.
  6. Perlakukan pengidap hipotermia dengan berhati-hati dan tenang. Gerakan berlebih yang menggoncang pengidap dikhawatirkan dapat memicu serangan jantung. Menggosok tangan dan kaki pengidap alangkah baiknya juga dihindari sebab tidak efektif dan dapat menggoncang tubuh pengidap.
  7. Masukan pengidap hipotermia kedalam sleeping bag. Sebelum memasukan kedalam sleeping bag, kami merekomendasikan memasukan pengidap kedalam Thermal blanket (Selimut penahan panas tubuh) sebagai pelapis pertama. Thermal blanket dinilai efektif dalam mengembalikan panas tubuh pengidap. Ada 2 jenis thermal blanket yang kami rekomendasikan : Yang pertama, Thermal blanket biasa yang biasanya hanya bisa dipakai beberapa kali dan harganya pun relatif murah. Yang Kedua, Thermal Bivvy yang bisa dipakai berulang-ulang kali, berbentuk seperti sleeping bag dan bisa dipakai berkali-kali dengan harga berkisar 100-200k merk gre*toutdoor.
    Thermal Blanket biasa. Pict via firstaidforlife.co_.uk

    Thermal Bivvy. Pict via Bukalapak
  8. Mentransfer panas tubuh kepada pengidap contohnya dengan dihimpit oleh dua orang lalu bisa jadi opsi lain jika dirasa ingin mempercepat pengembalian panas tubuh. Akan lebih efektif jika bersentuhan langsung dari kulit ke kulit dan lakukanlah dengan etika.
  9.  Jangan berikan minuman atau makanan jika pengidap tidak sadarkan diri. Namun direkomendasikan beri minuman manis hangat dan makanan berkalori tinggi energi jika pengidap sadar dan bisa menelan. Memberikan kopi, minuman beralkohol atau rokok pada penderita hipotermia tidak dianjurkan karena bersifat diuretik sehingga menyebabkan penderita terus berkemih dan mengalami kekurangan cairan tubuh
  10. Jika memungkinkan gunakan botol atau hot pack berisi air hangat untuk mengompres pengidap. Letakan kompresan botol tersebut pada dada, ketiak, leher atau selangkangan. Jangan meletakannya pada bagian kaki atau tangan karena dapat mendorong darah yang dingin ke area vital seperti jantung, paru-paru dan otak.

    Penggunaan Botol berisi air hangat dapat membatu proses mengembalikan panas tubuh penderita. Pict Via ukpreppersguide.co.uk
  11. Istirahatkan pengidap hingga pulih. Jika perlu dan dirasa urgent, hubungi pihak basecamp atau team sar untuk dilakukan penyelamatan lebih lanjut.

PENCEGAHAN HIPOTERMIA

  1. Cek kelayakan peralatan pendakian barangkali ada yang bolong, robek seperti tenda, jas hujan yang sangat vital fungsinya dalam pendakian. Jangan lupa bungkus tas oleh rain cover dan isi tas oleh plastik atau dry bag
  2. Sebelum melakukan pendakian gunung wajib mengetahui cara penanganan dan pencegahan hipotermia. Ajak teman pendakianmu yang belum tau untuk belajar cara penanganan hipotermia
  3. Persiapkan fisik sebelum pendakian agar pendakian dapat berjalan lancar dan kondisi fit. Ketika memulai pendakian jangan lupa berdoa untuk memohon keselamatan kepada Tuhan
  4. Usahakan kondisi tubuh dalam keadaan tidak basah berlebih saat pendakian, jika basah berlebih gantilah dengan yang kering. Baju yang basah belebih dapat menurunkan panas tubuh.
  5. Kenakan pakaian sesuai standar pendakian yang dapat menjaga kehangatan tubuh dan menyerap keringat.
  6. Kenakan Jaket waterproof (anti air), windproof (anti angin) jika tubuh merasa dingin atau diterpa angin.
  7. Menggunakan topi hangat, sarung tangan , kaus kaki, penutup leher juga direkomendasikan untuk menjaga panas tubuh.
  8. Dalam pendakian pasti ada ritme waktu. Manfaatkanlah waktu istirahat dengan makan atau minuman hangat yang berkalori
  9. Bawalah makanan yang cepat dibakar menjadi kalori seperti bar coklat, gula jawa, enting kacang dan makanan manis praktis lainnya. Konsumsi makanan tersebut pada pendakian sebagai sumber kalori. Membawa termos kecil untuk kebutuhan minum air hangat juga direkomendasikan.
  10. Bila hujan turun bersegeralah menggunakan jas hujan, simpan jas hujan pada area yang mudah di jangkau pada tas sehingga tak usah membongkar muatan tas terlebih dahulu.
  11. Jujur antar satu sama lain dalam suatu tim pendakian. Berterus terang jika merasa lelah, lemah dan dirasa mulai terasa gejala aneh pada tubuh. Dengan begitu antar anggota dalam tim pendakian dapat saling mengawasi dan membantu jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
  12. Tekanlah ego, Utamakan keselamatan. Jika dirasa pendakian sudah tidak memungkinkan untuk dilanjutkan seperti cuaca ekstrem, kondisi tubuh sendiri atau teman pendakian tidak fit baiknya pendakian tidak dilanjutkan.

Sekali lagi, peran teman pendakian antar satu sama lain sangat dibutuhkan untuk dapat saling mengawasi, membantu dan menolong jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jika tubuh sendiri atau teman pendakian sudah menunjukan gejala hipotermia baiknya segera lakukan tindakan penyelamatan. Keep safety and come back alive

Facebook Comments