Burung Jalak Lawu, Teman setia para pendaki

 

jalaklwu
“Jalak Pemandu” begitulah ungkapan para pendaki

gunung-indonesia.com — Saat pendakian, pernah dipandu/diikuti/ditemani oleh burung ini guys ?

Burung yang diketahui jenis Jalak ini sering kita jumpai di gunung-gunung Pulau Jawa, seperti di gunung Ciremai, Merapi, Merbabu, namun keberadaanya lebih terkenal di gunung Lawu. Masyarakat sekitar gunung Lawu menyebut burung ini sebagai Jalak Lawu atau Jalak gading. Berdasarkan data dari pengelola gunung Lawu, Perhutani. Burung ini mempunyai nama latin sturnus sp, (sturnus) diketahui berasal dari genus Jalak

Jalak Lawu memiliki keterkaitan dengan akar budaya masyarakat lereng Lawu, bahkan sering dikaitkan dengan mitos sebagai burung peliharaan Prabu Brawijaya V (Raja terakhir Majapahit). Itu sebabnya, Jalak Lawu tidak boleh diganggu. Bahkan ada larangan dan pantangan tak tertulis yang berkembang di masyarakat setempat yang ditujukan kepada para pendatang, termasuk para pendaki gunung. Untuk tidak mengganggu, menangkap, mengusir jika melihat Jalak Lawu

jika beruntung, Jalak Lawu akan menemani bahkan memandu siapa saja yang berkunjung hingga puncak Lawu. Kalau pun tidak menemani, biasanya kita tetap mendengar suara kicauannya diantara rimbunya pohon. Selama mengikuti perjalanan Jalak Lawu sering terlihat terbang pendek, sesekali melompat-lompat ditanah. Mereka akan semakin mendekat saat pengunjung khususnya para pendaki beristirahat, menyantap bekal, dan berharap mendapatkan sisa-sisa makanan.

jalak lawu
Jalak Lawu sering turun ke tanah

Tidak diketahui pasti jumlah Jalak Lawu pada habitanya. Namun populasinya bisa terjaga dengan adanya mitos Jalak Lawu, sehingga  burung ini dapat terbebas dari perburuan liar.

Facebook Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *