Jika Kamu Pendaki Yang Punya Rasa Peduli, Please Jangan Berwisata Ke Cagar Alam

gunung-indonesia.com — Kegiatan wisata bisa dibilang berkembang menjadi suatu kebutuhan. Masyarakat mulai sadar akan indahnya indonesia dan berlomba-lomba mengexplore tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi. Positif memang, Kesadaran dan minat wisata tentunya harus di dasari dengan pengetahuan tentang identitas tempat yang hendak dikunjungi.

kampanye-kawasan
Sudah tahukah kamu macam – macam identitas kawasan alam indonesia beserta pengertiannya ? Sumber : @saveciharus

Merujuk pada pengertian cagar alam secara umum :

“Cagar Alam adalah suatu kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Sebagai bagian dari kawasan konservasi (Kawasan Suaka Alam), maka KEGIATAN WISATA atau KEGIATAN LAIN yang BERSIFAT KOMERSIAL, TIDAK BOLEH dilakukan di dalam area cagar alam. Untuk memasuki cagar alam diperlukan SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi) dari pihak BBKSDA.”

Mengenai pemanfaatan cagar alam juga diatur dalam Pasal 33 PP No. 28 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam Dan Kawasan Pelestarian Alam (PP 28/2011) yaitu cagar alam dimanfaatkan untuk kegiatan:

a.  Penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan
b.  Pendidikan dan peningkatan kesadartahuan konservasi alam
c.  Penyerapan dan/atau penyimpanan karbon
d.  Pemanfaatan sumber plasma nutfah untuk penunjang budidaya

kampanye
#sadarkawasan kampanye untuk mengenalkan kawasan-kawasan pelestarian alam indonesia yang dilakukan oleh kawan-kawan @saveciharus

Sudah jelas, segala aktifitas berbau wisata seperti trekking, berkemah, open trip menurut fungsi pemanfaatan Cagar alam adalah tindakan ilegal. Namun kini beberapa cagar alam statusnya terancam turun menjadi Taman Wisata Alam. Tentunya hal tersebut keliru jika atas dasar “sayang”, sayang jika tidak dimanfaatkan menjadi pundi-pundi keuntungan mengingat potensi kawasan yang cukup menjanjikan jika disulap menjadi tempat wisata. Jika memang terjadi, dapat dipastikan merusak tatanan ekosistem cagar alam yang seharusnya dibiarkan alami tanpa campur tangan manusia.

“Tapi,Bukankah setiap tempat boleh dikunjungi asal kita tetap menjaga kelestariannya ?”

Sayangnya, kunjungan manusia ke cagar alam, khususnya cagar alam walau dibarengi komitmen menjaga kelestarian alam, sadar tak sadar sudah mengganggu keintiman flora dan fauna yang mendiami kawasan tersebut. Apalagi kunjungan manusia yang tak berkomitmen menjaga kelestarian alam ? kekacauan dan kerusakan ekosistem tak terhindarkan.

sempu
Berkaca pada Kerusakan Cagar Alam Pulau Sempu akibat kunjungan manusia. Apakah harus terjadi pula di Cagar alam lainnya ? Sumber : dedyompu.wordpress.com
tanapa-kendali
Sampah di setiap sudut Cagar Alam Pulau Sempu. Sumber www.tanpakendali.com

Bagi kawan-kawan yang oleh sebab ketidaktahuannya telah berwisata ke cagar alam, dimohon dengan sangat untuk tidak ‘mempromosikan’ ke khilafan-nya dan bagi yang hendak berkunjung alangkah bijaknya tak mengikuti ego semata.

Karena  kawasan cagar alam indonesia bukan ‘surga’ untuk kita, manusia, melainkan ‘surga’ bagi flora dan fauna yang hidup di dalamnya. Sebagai pendaki/traveler/wisatawan yang cerdas, sudah kewajiban kita untuk sadar kawasan, mana yang boleh dan mana yang tidak, rasa kepedulian kita dipertaruhkan.

Facebook Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *