Kodok Merah ‘Berdarah’, Satwa Khas Gunung Gede, Ciremai dan Salak

kodok-merah-berdarah-gunung-indonesiacom

gunung-indonesia.com — Kodok Merah (Leptophryne cruentata) berukuran kecil dan ramping. Kodok ini menyukai daerah dekat air yang mengalir deras di daerah ketinggian Ahli satwa berpendapat bahwa pada tahun 1976 populasi kodok merah masih sangat melimpah. Pada tahun 1987 dan pasca meletusnya gunung Galunggung populasinya mulai jarang ditemui

Kodok merah masuk dalam daftar merah lembaga konservasi dunia, International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN). Sayangnya, meskipun populasinya sangat sedikit dan sebarannya yang sangat sempit, hewan langka, hewan endemik, sekaligus hewan unik ini belum termasuk dalam satwa yang dilindungi di Indonesia Temuan di Tn. Gunung Ciremai merupakan persebaran baru untuk Kodok Merah, mengingat selama ini diketahui hanya terpantau di Tn. Gunung Gede Pangrango dan Tn. Gunung Halimun Salak

Bagi teman-teman yang ingin meneliti atau mengamati kodok merah pada habitatnya. Di rekomendasikan untuk mengunjungi Curug Cisurian di kawasan Tn. Gunung Ciremai dan Curug Cibereum di kawasan Tn. Gunung Gede Pangrango. Bentuk fisik kodok merah yang kecil sangat rentan terinjak, maka diharap untuk berhati-hati saat kita berada pada habitatnya.

Ada yang pernah bertemu sama kodok ‘berdarah’ ini guys ?

“Kenali, Sayangi & Lindungi.”

Photo by : arkive.org

Facebook Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *