Mengenal Jelatang atau Jancukan Beserta Jenis-Jenisnya

gunung-indonesia.com — Saat berkunjung ke hutan atau gunung, pernah kah kulit kalian merasa panas,perih, gatal lalu timbul bentol-bentol, akibat tak sengaja bersentuhan dengan tumbuhan berwarna hijau yang mempunyai bulu halus pada daun dan batangnya ? jika pernah, bisa jadi penyebabnya karena kulit kalian tersengat oleh bulu halus tumbuhan yang bernama Jelatang.
Dikutip dari situs wikipedia, Jelatang (toxicodendron radicans ) adalah tumbuhan yang daun dan batangnya memiliki bulu halus, dapat menyebabkan gatal jika bersentuhan dengan kulit. Jika kita perhatikan di alam bebas, jelatang ada yang memiliki batang, ada pula yang merambat ditanah. Tinggi Jelatang yang biasa kita jumpai berkisar 10 cm – 1 meter.

Jelatang/Jancukan. Pict Istimewa

Banyak orang yang sering mengabaikan tumbuhan ini, karena bentuknya persis seperti daun pada umumnya. Padahal jika daun atau batangnya terkena kulit, dapat menyebabkan gatal-gatal, panas, perih dan berakhir bentol-bentol. Pokoknya hawa-hawanya pengen garuk-garuk terus! Yang pernah kena pasti tau dong gimana sensasinya ?

Batang dan daunnya dipenuhi bulu. Pict via twitter sufyan saifullah
Begini jadinya jika jelatang/jancukan terkena kulit. Pict via IG @1day_yadi

Jelatang dibedakan berdasarkan bentuk dan efek gatal yang ditimbulkannya :

  • Jelatang berdaun kecil dengan ukuran lebar sekitar 5 cm, dinamakan jelatang ayam
  • Jelatang kambing, daunnya lebih lebar sekitar 5 – 10 cm dengan efek gatal yang lebih tinggi
  • Jelatang kerbau, daunnya paling lebar dan tebal. Lebarnya dapat mencapai 30 cm. Jelatang jenis ini menyebabkan gatal dan perih yang lebih lama

Baik jelatang ayam, kambing atau kerbau dapat ditemukan hampir disetiap hutan dan gunung Indonesia. Contoh-contoh terkenal yang sering ditemukan oleh kalangan pendaki antara lain di Gunung Rinjani, Gunung Argopuro dan Gunung Tambora.
Kekayaan bahasa daerah Indonesia juga membuat Jelatang mempunyai nama-nama lainnya, seperti daun Pulus, daun Lateng, daun Tretep. Bahkan tumbuhan ini di Jawa timur disebut daun Jancukan. Efek gatal-gatal dan perih yang cukup menyiksa akan membuat sebagian penderita mengumpat, hingga akhirnya keluarlah kata-kata umpatan populer seperti, “Jancuk” yang artinya “Anj*ng”.

Baca Juga : Cara Meredakan Efek Sengatan Daun Jelatang atau Jancukan

 

Facebook Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *