Ongkos Pendakian Ke Puncak Tertinggi Di Indonesia (Carstensz Pyramid) Lebih Tinggi dari Ongkos Naik Haji

gunung-indonesia.com “Semakin tinggi gunung, semakin sulitnya akses suatu gunung maka semakin banyak biaya yang dikeluarkan oleh siapa saja yang berniat menjamahnya.” mungkin ungkapan tersebut yang cukup mewakili besarnya ongkos yang mesti dikeluarkan oleh para pendaki Pegunungan Jayawijaya.

Berniat memegang Plakat puncak tertinggi di Indonesia ini? Credit Picture : detiktravel

Seperti yang diketahui, Puncak Carstensz Pyramid, puncak tertinggi di pegunungan Jayawijaya merupakan salah 1 dari 7 Summits Dunia. Dengan status tersebut maka para pendaki indonesia maupun pendaki dunia berlomba-lomba memuaskan hasrat pendakian ke salah satu atap dunia yang terkenal dengan keberadaan salju tropis di tanah papua tersebut. Biaya pendakian menuju Carstensz Pyramid pun dinilai oleh operator trip gunung maupun pendaki melebihi biaya pendakian 2 dari 7 summits dunia yaitu Gunung Elbrus, Rusia dan Gunung Kilimanjaro, Afrika.

Elbrus (kiri) dan Kilimanjaro (kanan). Credit Picture : wikipedia

Seperti dikatakan oleh Pemilik Operator Pendakian Patagonia Adventure Travel, Fandhi Achmad atau akrab disapa Agi menyebutkan pendakian Gunung Carstensz dibanderol dengan harga berkisar Rp 55 juta per orang dengan waktu selama 2 minggu.

“Gunung Elbrus gunung yang lebih tinggi dari Carstensz dengan fasilitas yang lebih enak, tingkat keamanan dan kepastian yang lebih baik. Pendakian Gunung Elbrus masih lebih murah,” kata Agi kepada KompasTravel dalam suatu kesempatan. Agi menambahkan, paket pendakian Gunung Elbrus dengan ketinggian 5.642 meter di atas permukaan laut (mdpl) berkisar sekitar Rp 45 juta per orang dengan lama pendakian selama 10 hari.

Sementara, Marketing Staff dari operator pendakian Indonesia Expeditions, Alvin Egie Perdana, menyebutkan, rata-rata operator pendakian di Indonesia menjual paket pendakian ke Gunung Elbrus sekitar Rp 40-50 juta per orang. “Kalau di Gunung Kilimanjaro juga berkisar Rp 45-50 juta. Itu untuk pendakian selama 10 hari,”  Egie menambahkan, kepada Kompastravel.

Faktor kemanan, biaya transportasi yang mahal, biaya resiko tak terduga karena melewati daerah konflik, dan regulasi yang rumit menurut penyedia operator trip menjadi penyebab mahalnya ongkos Pendakian menuju puncak Carstensz Pyramid. Belum adanya sistem pemberian gaji porter juga menjadi alasan mahalnya pendakian Gunung Carstensz. Selain itu, belum teredukasinya porter-porter menambah mahalnya biaya pendakian. Biaya yang harus dikeluarkan pendaki untuk menyewa porter berkisar 7-8 juta sekali perjalanan

Porter Papua terdiri dari Laki-laki & Perempuan. Credit Picture : liburdulu.blogspot.com

“Mereka bisa aja nuntut biaya lebih. Kalau gak dikasih dia mau pulang. Nah, kalau dalam situasi bawa tamu atau ekspedisi. mau gak mau kita turutin. Kalau gak, kita bisa rugi. Ongkosnya besar. Itu yang bikin mahal. Tarif porternya mahal. Biaya tak terduganya banyak,” jelas Agi kepada Kompastravel

Melintasi Jembatan tali baja tertinggi di Indonesia. Credit Picture : detiktravel

Kini rata-rata operator pendakian menawarkan paket perjalanan pendakian Gunung Carstensz di harga Rp 55 – 65 juta per orang pp jakarta. Rata-rata calon pendaki belum mengerti mengapa harga pendakian Gunung Carstensz tersebut mahal karena sebatas mengetahui keindahannya tidak mengetahuinya secara lebih dalam lagi.

Salju dan Lapisan Es Papua selalu menyusut dari tahun ke tahun. Credit Picture @jonathanschrock

Akses termudah sebenarnya bisa lewat melalui kawasan PT. Freeport. Jalur darat tersedia dari Timika hingga Zebra Wall. Tapi ini pun nyaris mustahil dilewati pendaki. Perlu izin khusus nan ketat untuk bisa melintas. Belakangan justru dibuka akses udara penerbangan komersial menggunakan heli hingga camp Lembah Kuning. Heli produksi Airbus dengan registrasi PK-LTA milik Pemerintah Kabupaten Mimika ini sering mondar-mandir dari Bandara Mozes Kilangin ke camp ini. Utamanya pagi hari, saat pendaki sedang merayapi tebing menuju “summit ridge”. Cuaca terbilang cerah dan stabil di waktu ini. Heli yg dioperasikan Asian One Air inilah yg sekarang jadi tren moda angkutan termudah untuk tiba di dasar tebing, sebelum besok atau lusa merayap ke puncak. Cepat, jelas. Aman pula. Heli ini kian jadi primadona 1-2 orang tamu pendaki yang cukup didampingi 1-2 pemandu. Namun, tetap tak murah. Biaya sewa heli berkisar 5000 dolar (kurang lebih 67 juta) sekali jalan, dalam satu heli dapat diisi oleh 4 orang.

Biaya Sewa Helikopter Berkisar 67 Juta sekali jalan. Credit Picture : alpineascents.com

Kendati ongkos pendakian Carstensz Pyramid mahal dan sering dikatakan lebih mahal dari ongkos naik haji (35 juta pada tahun 2017 ini) Keberadaannya akan tetap menjadi incaran setiap pendaki yang haus akan hasrat menjejaki salah 1 dari 7 puncak tertinggi dunia bersama Gunung Everest (Asia), Kilimanjaro (Afrika), Elbrus (Eropa), Aconcagua (Amerika Selatan), Mckinley (Amerika Utara), dan Vinson Massif (Antartika).

Baca juga : Salju & Lapisan Es Abadi Pegunungan Jayawijaya Terancam Hilang Pada Tahun 2020

Facebook Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *