Pulau Satonda, Pulau Vulkanik Purba Berisi Danau Air Asin dari Nusa Tenggara Barat

gunung-indonesia.com — Pulau Satonda yang berada di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat ini unik karena berupa daratan vulkanis yang terbentuk dari letusan gunung api purba di dasar laut sedalam 1.000 meter. Kalau biasanya danau berisi air tawar, Danau Satonda yang berada di Tengah-tengah pulau Satonda memiliki keunikan tersendiri, yakni berisi air asin.

Keindahan danau Satonda dari ketinggian via traveling.indonesiaflight.id

Dua ilmuwan Eropa, Stephan Kempe dan Josef Kazmierczak yang merintis penelitian di danau tersebut mengungkapkan, Danau Satonda merupakan fenomena langka karena airnya yang asin dengan alkalinitas (tingkat kebasaan) sangat tinggi dibandingkan dengan air laut, dalam arti lain air danau pulau satonda lebih asin dari air laut pada umumnya.

Mereka juga merekonstruksi sejarah pembentukan danau dan ekosistemnya. Maka disimpulkan, Danau di Pulau Satonda ini diperkirakan terbentuk dari letusan Gunung Satonda purba. Gunung api Satonda konon berumur lebih tua dari Gunung Tambora, atau tumbuh bersamaan dengan beberapa gunung api parasit yang tersebar di sekeliling Tambora. Danau yang terbentuk di kawah Satonda dulunya terisi air tawar. Letusan Gunung Tambora yang mengakibatkan tsunami, mengantar air laut yang kemudian mengisi kawah tersebut dan mengubahnya menjadi danau air asin hingga hari ini.

Pulau Satonda juga menyimpan kekayaan terumbu karang di perairan sekitarnya. Pulau Satonda telah ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam Laut (TWAL) pada tahun 1999 oleh Menteri Kehutanan dan Perkebunan karena potensi alam lautnya memiliki kekayaan terumbu karang. Untuk menuju Pulau Satonda, ada beberapa jalur alternatif yang dapat dilalui, salah satunya memulai perjalanan dari Sumbawa Besar ke Desa Nangamiro dengan jarak tempuh sekitar 8 jam atau dari Dompu dengan jarak tempuh sekitar 5 jam. Setelah sampai di pelabuhan Nangamiro, kita dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan perahu ke Pulau Satonda dengan jarak perjalanan sekitar 1 jam. Tarif untuk jasa transportasi perahunya sangat bervariatif, namun rata-rata setiap orang dikenakan harga sekitar Rp 25 – 35 ribu.

Diadaptasi dari : Indonesia.travel & berbagai sumber

Facebook Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *