Salju & Lapisan Es Abadi Pegunungan Jayawijaya Terancam Hilang Pada Tahun 2020

gunung-indonesia.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Lapisan Es Pegunungan Jayawijaya yang dikenal dunia dengan ‘Salju Abadi Papua’ terancam lenyap pada tahun 2020. Menghilangnya Lapisan es tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor seperti global warming dan el nino.

“Jika tidak ditangani dengan baik maka lapisan es di Pegunungan Jayawijaya itu akan hilang pada 2020, jika trennya seperti sekarang,” kata Kepala BMKG Andi Eka Sakya Dikutip dari laman detik.com, Kamis (5/1/2017).

Perkiraan tersebut berdasarkan hasil pengamatan Tim BMKG langsung yang dilakukan pada tahun 2010, 2015 dan 2016. Pada tahun 2010 lapisan es pegunungan jayawijaya tersisa 31,49 meter kemudian menyusut menjadi 26,23 meter pada tahun 2015, artinya penyusutan es dalam waktu 5 tahun sebesar 1,05 meter per tahun. Penyusutan tersebut, tentunya menjadikan area bebatuan semakin luas. Bebatuan tersebut dapat menyerap panas matahari yang lebih banyak dan memanaskan es di permukaan lebih cepat.

Sisa es di Pegunungan Jayawijaya. Pict Via cayoindonesia.com

Pada pemantauan terakhir November 2016 lapisan es pegunungan jayawijaya tersisa 20,54 meter, mengalami tren penyusutan cukup drastis selama 1 tahun, sebesar 5,69  meter terhitung dari tahun 2015. Bahkan pada waktu 6 bulan diantara tahun 2015/2016, tebal lapisan es menyusut hingga 4,26 meter.

Sebagaimana yang disampaikan andi di laman detik. “Pada Mei 2016, tebal es berkurang 4,26 meter dalam 6 bulan. Hal ini disebabkan pengaruh El Nino yang kuat pada tahun 2015/2016,”

Andi menambahkan, pemerintah dunia dan masyarakat dunia perlu menyiapkan langkah strategis guna mencegah hilangnya lapisan es tropis di pegunungan jayawijaya. Adapun langkah yang perlu disiapkan seperti menghindari prilaku yang dapat membuat bumi semakin panas seperti penebangan hutan liar, penggunaan rumah kaca, tingginya penggunaan emisi karbon.

Pentingnya hidup yang berwawasan lingkungan dan berpihak pada kelestarian alam juga menjadi solusi yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari seperti : Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, menghemat penggunaan listrik, mengurangi pembuangan limbah anorganik yang menyumbang pencemaran lingkungan cukup tinggi saat ini.

  • Tahun 2010, tebal es pada bulan Juni adalah 31,49 meter.

  • Tahun 2015, tebal es pada November menjadi 26,23 meter atau berkurang 1,05 meter per tahun sejak 2010.

  • Tahun 2016, tebal es pada November menjadi 20,54 meter atau berkurang 5,69 meter dalam waktu satu tahun sejak tahun 2015.

Bagaimana dengan tahun-tahun yang akan datang ? Apakah Salju & Lapisan Es abadi tanah di Papua hanya akan tinggal cerita belaka ? hanya waktu yang bisa menjawab. Tugas kita kini adalah bijak dalam berkehidupan khususnya kehidupan yang berpihak pada kelestarian alam. Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang sekecil mungkin.

Facebook Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *