Tetap Mendaki Gunung Meski Cuaca Saat ini Ekstrem ? Simak Dulu Yuk Tips-Tips Berikut Ini!

gunung-indonesia.com — BMKG dan BNPB memprediksi cuaca ekstrem indonesia terjadi pada bulan November 2016 – Februari 2017. Bukan hanya daerah dataran rendah, daerah pegunungan akhir-akhir ini juga tak luput dari cuaca ekstrem. Walau begitu, animo mendaki gunung sampai akhir tahun ini diprediksi akan tetap tinggi. Nah, bagi kamu yang kedepannya bakalan muncak, berikut ada 12 tips untuk meminimalisir resiko cuaca ekstrem yang terjadi di gunung.

1. Pahami Resiko Mendaki saat Cuaca ekstrem

hipotermia-via-tukangdosa-blogspot
Tanda-tanda gejala hipotermia via tukangdosa.blogspot.com

Baik cuaca ekstrem ataupun bersahabat, beraktifitas di alam bebas penuh dengan resiko. Persiapkan dengan matang baik fisik, mental maupun pengetahuan seputar resiko beserta penanganannya. Contoh : Cara penanganan hipotermia, penanganan Accute Mountain Sickness, dasar pertolongan pertama, teknik evakuasi darurat.

2. Selalu cek prakiraan cuaca gunung, akan lebih akurat jika kita bertanya kepada basecamp gunung secara langsung

free-vector-fine-weather-icon-05-vector_019089_5-01
cuaca gunung yang tidak menentu, persiapkan segala sesuatunya via freepik.com

Zaman sudah makin canggih, pendaki saat ini dimanjakan dengan mudahnya mengetahui informasi cuaca suatu tempat yang akan dikunjungi, sudah banyak situs dan aplikasi yang cukup terpercaya memberikan informasi cuaca suatu gunung. Tapi kalau ingin lebih akurat, kamu bisa bertanya kepada kawan-kawan basecamp gunung.

3. Pilihlah Gunung dengan Jalur pendakian yang singkat dan bersahabat

img_1983
gunung Prau salah satu contoh gunung bersahabat dok : pribadi

Jalur pendakian yg singkat dan bersahabat setidaknya dapat mengurangi siksaan mendaki di saat cuaca ekstrem. Mendaki dengan cara Tek-Tok juga bisa jadi pilihan. 

4. Gunakan peralatan pendakian yang tahan air dan mudah kering

mountainwarehouse-comlayering-system-7
outfit Layering System selain lebih safety, juga dapat menghemat pemakaian baju via mountainwarehouse.com

Gunakan pakaian jenis quick dry, selain ringan juga mudah kering. Selain itu kamu juga bisa mengaplikasikan outfit layering system, apa itu layering sistem ? gambaran singkatnya ada pada gambar diatas. Oh iya, jangan sampe lupa jas hujan/ponco-nya! Lapisi juga isi tas menggunakan drg bag/trashbag supaya aman dari rembesan air.

5. Pastikan Peralatan Pendakian Lengkap dan berfungsi dengan Baik

frame
Jangan sampe kayak gini ya guys! wkwk Credit Ilustrator : @agung_eswe

Terbawa euforia mendaki terkadang bikin lupa kalo peralatan pendakian ternyata “bocor” sana sini. Cek dan pastikan semua peralatan lengkap dan berfungsi dengan baik sejak jauh-jauh hari.

6. Mulailah mendaki saat hari terang, hindari jalan disaat malam

girlycamping-aviary-photo_130234128465356174
Beberapa gunung juga tidak merekomendasikan jalan malam demi kenyamanan dan faktor keselamatan via girlycamping.com

Terbatasnya jarak pandang diwaktu malam apalagi ditambah dengan cuaca ekstrem akan sangat rentan terjadinya kecelakaan di gunung. Buatlah perencanaan perjalanan yang baik dengan batas perjalanan sampai waktu sore. 

7. Hindari area kawah saat terjadi hujan lebat, badai dan angin kencang

volcan
ancaman kawah gunung berapi sering disepelekan oleh sebagian besar pendaki via pexels.com

 

Konsentrasi gas beracun saat cuaca ekstrem dapat meningkat dan berubah menjadi ancaman mematikan lho!  Jauhilah area kawah saat tanda-tanda alam mulai tak bersahabat, selalu sedialah oksigen botol untuk antisipasi.

8. Mendaki Secara Beregu dan berjalan beriringan

trekking-299000_1920
hanya kenangan dan jejak kaki yang boleh ditinggalkan, temanmu JANGAN ! via pexels.com

Mendaki secara beregu dan jalan beriringan lebih aman dibanding dengan mendaki seorang diri. Jika terjadi hal buruk, penanganannya juga jauh lebih cepat dan efektif. Sekedar saran aja sih, jika salah satu temanmu mengalami kendala yang tidak bisa ditolerir lebih baik tunda atau tidak melanjutkan perjalanan. Pulang bareng, Berangkat bareng!

9. Membawa Webbing (tali) untuk kondisi darurat, Trekking Pole untuk memudahkan langkah, gaiter untuk melindungi kaki, Flysheet untuk bivak darurat serta Kanebo untuk menyerap air pada peralatan pendakian

3 Perlengkapan gunung tersebut akan sangat membantu dikala cuaca ekstrem melanda. Salah satu contoh penggunaan webbing/tali yaitu dikala membutuhkan pegangan tangan, tali temali atau evakuasi darurat.

10. Gunakan ponsel sebijak mungkin

orchidia
apdet statusnya di rumah aja ya gengs! via orchidia.com

Di beberapa gunung, sinyal operator ponsel akan tetap didapati. Maka Sebisa mungkin hindari penggunaan ponsel saat cuaca ekstrem seperti melakukan kontak telekomunikasi atau Internet karena dapat mengundang datangnya sambaran petir. Matikan ponsel atau Aktifkan ‘mode terbang’ untuk menghemat baterai ponsel, hal tersebut juga jadi langkah antisipasi jika ponsel dibutuhkan saat kondisi darurat.

11. Jangan memaksakan diri

foggy-1082038_1920
takkan lari gunung dikejar, mungkin belum jodohnya nyampe puncak via pexels.com

Jika cuaca sangat tidak bersahabat dan tidak memungkinkan untuk melakukan pendakian, sebaiknya tunda atau jangan ragu untuk ‘balik badan’. Bukankah tujuan utama mendaki adalah pulang dengan selamat ?

12. Ngopi Santai Dirumah, Tunggu sampai cuaca membaik

man-coffee-cup-pen
mending dirumah dulu gengs! ngopi sambil stalking-stalking manja via pexels.com

Inilah solusi yang paling efektif dari semua point diatas 😁 Simpan rindumu pada ketinggian sampai cuaca membaik. Ngopi santai dirumah sambil stalking medsos mantan bisa jadi pilihan. move on oiii! move on! wkwkw

gimana guys ? ada yang mau nambahin ? semoga bermanfaat yaa. Keep safety and comeback alive 🙂

Facebook Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *