Tips Mendaki Gunung di Musim Hujan

gunung-indonesia.com –  Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim penghujan tahun 2018 dimulai pada bulan November. Bukan hanya daerah dataran rendah, daerah pegunungan akhir-akhir ini juga tak luput dari hujan. Walau begitu animo mendaki gunung sampai akhir tahun ini diprediksi akan tetap tinggi. Nah, bagi kamu yang kedepannya bakalan muncak, berikut ada 12 tips mendaki gunung di musim hujan.

1. PAHAMI RESIKO MENDAKI SAAT MUSIM HUJAN

Baik musim hujan ataupun kemarau, beraktifitas di alam bebas penuh dengan resiko. Persiapkan dengan matang baik fisik, mental maupun pengetahuan seputar resiko beserta penanganannya. Contoh : Cara penanganan hipotermia, penanganan Accute Mountain Sickness, dasar pertolongan pertama, teknik evakuasi darurat.

(Baca Juga : Tips Mengatasi Hipotermia , Tips Mengatasi Accute Mountain Sickness )

2. SELALU CEK PRAKIRAAN CUACA GUNUNG, AKAN LEBIH AKURAT JIKA KITA BERTANYA KEPADA BASECAMP GUNUNG SECARA LANGSUNG

Zaman sudah makin canggih, pendaki saat ini dimanjakan dengan mudahnya mengetahui informasi cuaca suatu tempat yang akan dikunjungi, sudah banyak situs dan aplikasi yang cukup terpercaya memberikan informasi cuaca suatu gunung. Tapi kalau ingin lebih akurat, kamu bisa bertanya kepada basecamp pengelola gunung yang akan dikunjungi.

3. PILIHLAH GUNUNG DENGAN JALUR PENDAKIAN YANG SINGKAT DAN BERSAHABAT

Jalur pendakian yg singkat dan bersahabat setidaknya dapat mengurangi siksaan mendaki di saat cuaca ekstrem. Mendaki dengan cara Tek-Tok juga bisa jadi pilihan.

4. GUNAKAN PERALATAN PENDAKIAN YANG TAHAN AIR DAN MUDAH KERING

layering
outfit Layering System selain lebih safety, juga dapat menghemat pemakaian baju via mountainwarehouse.com

Gunakan pakaian jenis quick dry, selain ringan juga mudah kering. Selain itu kamu juga bisa mengaplikasikan outfit layering system, apa itu layering sistem ? gambaran singkatnya ada pada gambar diatas. Oh iya, jangan sampe lupa jas hujan/ponco-nya! Lapisi juga isi tas menggunakan drg bag/trashbag supaya aman dari rembesan air.

5. PASTIKAN PERALATAN PENDAKIAN LENGKAP DAN BERFUNGSI DENGAN BAIK

frame
Jangan sampe kayak gini guys wkwk Credit Ilustrator : @agung_eswe

Terbawa euforia mendaki terkadang bikin lupa kalo peralatan pendakian ternyata “bocor” sana sini. Cek dan pastikan semua peralatan lengkap dan berfungsi dengan baik sejak jauh-jauh hari.

6. MULAILAH MENDAKI SAAT HARI TERANG, HINDARI JALAN DISAAT MALAM

Beberapa gunung juga tidak merekomendasikan jalan malam demi kenyamanan dan faktor keselamatan. Terbatasnya jarak pandang diwaktu malam apalagi ditambah dengan cuaca hujan akan sangat rentan terjadinya kecelakaan di gunung. Buatlah perencanaan perjalanan yang baik dengan batas perjalanan sampai waktu sore.

7. HINDARI AREA KAWAH SAAT TERJADI HUJAN LEBAT, BADAI DAN ANGIN KENCANG

Konsentrasi gas beracun saat cuaca ekstrem dapat meningkat dan berubah menjadi ancaman mematikan lho! Jauhilah area kawah saat tanda-tanda alam mulai tak bersahabat, selalu sedialah oksigen portable untuk antisipasi.

(Baca Juga : 3 Gas Gunung Berapi Yang Mengintai Pendaki , Pentingnya Membawa Oksigen Portable Saat Mendaki Gunung

8. MENDAKI SECARA BEREGU DAN BERJALAN BERIRINGAN

Mendaki secara beregu dan jalan beriringan lebih aman dibanding dengan mendaki seorang diri. Jika terjadi hal buruk, penanganannya juga jauh lebih cepat dan efektif. Sekedar saran aja sih, jika salah satu temanmu mengalami kendala yang tidak bisa ditolerir lebih baik tunda atau tidak melanjutkan perjalanan. Pulang bareng, Berangkat bareng dengan selamat.

9. MEMBAWA WEBBING (TALI) UNTUK KONDISI DARURAT, TREKKING POLE UNTUK MEMUDAHKAN LANGKAH, GAITER UNTUK MELINDUNGI KAKI, FLYSHEET UNTUK BIVAK DARURAT SERTA KANEBO UNTUK MENYERAP AIR PADA PERALATAN PENDAKIAN

Perlengkapan pendukung tersebut akan sangat membantu dikala hujan melanda. Salah satu contoh penggunaan webbing/tali yaitu jika membutuhkan pegangan tangan, tali temali atau evakuasi darurat.

10. GUNAKAN PONSEL SEBIJAK MUNGKIN

Di beberapa gunung, sinyal operator ponsel akan tetap di dapati. Maka Sebisa mungkin hindari penggunaan ponsel saat terjadi hujan terlebih disertai petir seperti melakukan kontak telekomunikasi atau Internet karena dapat mengundang datangnya sambaran petir. Matikan ponsel atau Aktifkan ‘mode terbang’ untuk menghemat baterai ponsel, hal tersebut juga jadi langkah antisipasi jika ponsel dibutuhkan saat kondisi darurat.

(Baca Juga : Tips Mengurangi Resiko Sambaran Petir di Gunung )

11. JANGAN MEMAKSAKAN DIRI

Jika cuaca sangat tidak bersahabat dan tidak memungkinkan untuk melakukan pendakian, sebaiknya tunda atau jangan ragu untuk ‘balik badan’. Bukankah tujuan utama mendaki adalah pulang dengan selamat ?

12. NGOPI SANTAI DIRUMAH, TUNGGU SAMPAI MUSIM KERING

Inilah solusi yang paling efektif dari semua point diatas. Simpan rindumu pada ketinggian sampai cuaca membaik 😀

Ada yang mau menambahkan ? semoga bermanfaat yaa. Keep safety and comeback alive ..

Facebook Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *