Pendaki Harus Tau! Pertolongan Pertama Pada Penderita Patah Tulang

gunung indonesia | September 29, 2016 | TIPS PENDAKI |

gunung-indonesia.com — Berkegiatan di alam bebas seperti mendaki gunung penuh dengan Resiko, salah satu contohnya “kecelakaan pendaki” dengan berbagai sebab dan akibatnya, Hipotermia, Pendarahan, Terjatuh, Tertimpa, Kelelahan, jadi resiko – resiko yang sering terdengar dalam dunia pendakian. Tak terkecuali resiko Patah Tulang, momok menakutkan yang pasti sangat tidak ingin dialami oleh siapa saja.

Jika kita terjatuh dari batu, atau terpeleset, atau terjerumus ke jurang, hal yg pertama kita pikirkan adalah, “duh, tangan/kaki ku patah gak yah?” Patah tulang dapat menyebabkan kecacatan, hingga infeksi menakutkan, jika saat pertama kali ditemukan, tidak ditangani secara benar. Padahal prinsip pertolongan pada patah tulang sangat mudah yaitu pembidaian. Yang harus kamu lakukan saat pembiadaian adalah “rule of 2”. Apa saja ? Mari kita simak ulasan dari instagram @dokter_petualang

patah tu

a. Gunakan 2 spalk. Spalk disini merupakan alat keras yg panjang dan lurus yg digunakan utk membidai lokasi patah. Tujuannya adalah mengurangi pergerakan. Bisa menggunakan kayu bakar, bambu, payung, tracking poll, dan lainnya

b. Pembidaian melewati 2 sendi. Sebagai contoh, jika lokasi patah berada di lengan bawah, maka panjang bidai harus melewati sendi pergelangan tangan serta sendi siku. (Lihat gambar)

c. Bidai diikat minimal 2 ikatan. Bisa pada ujung2 dari spalk, atau beberapa cm sebelum ujung spalk.

d. Pertolongan dikerjakan oleh minimal 2 orang. Tugas penolong pertama yaitu menstabilkan area patah agar selama pertolongan, area patah tetap stabil. Penolong kedua bertugas utk meletakan spalk dan mengikat spalk

e. Jika cedera ada pada kaki, 2 kaki diikat dan disatukan (bidai anatomis) agar pergerakan dapat dikurangi secara maksimal

Setelah itu, segera bawa korban ke rumah sakit. Pada kasus ini, pasien kadang merasa kesakitan, kamu bisa memberikan obat parasetamol tablet sebanyak 2 tablet untuk mengurangi rasa nyerinya. Semoga bermanfaat.

Jangan lupa follow instagram @dokter_petualang untuk mendapatkan informasi bermanfaat seputar kesehatan pendaki lainnya. Salam Lestari

You May Also Like

cagar alam tegal panjang papandayan

Jika Kamu Pendaki atau Traveler Yang Masih Punya Rasa Peduli, Please Jangan Berkunjung Ke Tegal Panjang

kembang api tahun baru di atas gunung

Kembang Api, Terompet dan Petasan Bukan Untuk Dibawa dan Digunakan Di Gunung

cuaca ekstrim di gunung rinjani

Tetap Mendaki Gunung Meski Cuaca Ekstrem ? Ini Tipsnya

mendaki di musim hujan

Dear Pendaki, Simpan Rindumu Pada Ketinggian Sampai Cuaca Membaik