Gunung Indonesia
GunungWilayahDaftarPanduanKeselamatanGeologi

Profil gunung · Maluku Utara

Gunung Dukono

Gunung Dukono setinggi sekitar 1.229 mdpl di Halmahera Utara adalah salah satu gunung api paling terus-menerus aktif di Indonesia.

Terakhir diperiksa 8 September 2026 Jenis Gunung api aktif Ketinggian 1.229 mdpl
Jawaban singkat

Gunung Dukono setinggi sekitar 1.229 mdpl di Halmahera Utara adalah salah satu gunung api paling terus-menerus aktif di Indonesia. Sejak 1933 gunung ini nyaris tidak pernah berhenti mengeluarkan abu—letusannya kecil tapi berlangsung hampir setiap hari selama puluhan tahun.

Gunung ini cocok buat siapa?

Bukan tujuan pendakian umum karena aktivitas abunya yang terus-menerus.

Medan dan karakter jalur

Perkiraan durasi.

Tingkat kesulitan. — Indonesia tidak punya sistem penilaian kesulitan resmi, jadi keterangan ini adalah rangkuman faktor—bukan skor baku. Lihat metodologi.

Kondisi lapangan

Akses dan transportasi

Terlihat dari kawasan Tobelo, Halmahera Utara.

Berkemah dan aturan kawasan

Tidak ada.

Perizinan dan biaya

Radius bahaya ditetapkan PVMBG. Jangan mendekat di luar batas itu.

Yang perlu diwaspadai

  • Letusan abu yang berlangsung hampir setiap hari.
  • Paparan abu vulkanik terus-menerus berbahaya bagi pernapasan.

Pertanyaan yang sering muncul

Gunung Dukono berapa mdpl?

Sekitar 1.229 mdpl.

Kenapa Gunung Dukono selalu masuk laporan erupsi?

Karena Dukono berada dalam fase erupsi yang nyaris terus-menerus sejak 1933. Letusannya kecil—umumnya berupa semburan abu—tapi terjadi hampir setiap hari, sehingga namanya rutin muncul di laporan harian MAGMA Indonesia.

Sumber & pemeriksaan

Informasi yang bisa berubah—status jalur, tarif, kuota, dan status vulkanik—wajib kamu konfirmasi sendiri ke sumber resmi sebelum berangkat.

Terakhir diperiksa 8 September 2026. Lihat metodologi kami.

Lanjutkan dari sini

Gunung lain di sekitarnya

Gunung Indonesia adalah publikasi informasi independen, bukan lembaga resmi. Sebelum berangkat, pastikan kondisi terkini lewat MAGMA Indonesia, BMKG, dan pengelola kawasan atau basecamp jalur. Kondisi di gunung bisa berubah kapan saja.