Gunung Indonesia
GunungWilayahDaftarPanduanKeselamatanGeologi

Kota & kabupaten · Jawa Timur

Gunung di Mojokerto

Mojokerto punya kombinasi yang jarang: gunung pendek yang lerengnya dipenuhi ratusan situs purbakala, dan pintu masuk ke rangkaian dua puncak tiga ribuan.

Terakhir diperiksa 8 September 2026 Profil di wilayah ini 3 Tertinggi Gunung Arjuno, 3.339 mdpl
Jawaban singkat

Ada 3 gunung dengan profil lengkap yang wilayahnya mencakup Mojokerto: Gunung Arjuno, Gunung Welirang, Gunung Penanggungan. Yang tertinggi Gunung Arjuno, 3.339 mdpl.

Daftar gunung di Mojokerto

Diurutkan dari yang tertinggi. Perkiraan durasi naik untuk ritme rata-rata—tambahkan 30–50% kalau ini pendakian pertamamu.
GunungKetinggian JenisPerkiraan naik
Gunung Arjuno3.339Gunung api, aktivitas fumarol2–3 hari untuk rangkaian Arjuno–Welirang
Gunung Welirang3.156Gunung api aktif2 hari 1 malam minimum; sering digabung dengan Arjun
Gunung Penanggungan1.653Gunung api tidak aktifNaik 2,5–4 jam

Akses dan titik transit

Trawas jadi basis utama—basecamp Tamiajeng dan Jolotundo untuk Penanggungan ada di sana, sekitar 45 menit dari Mojokerto kota dan 1,5 jam dari Surabaya. Pintu Arjuno–Welirang yang paling umum, Tretes, ada di sisi Pasuruan.

Karakter gunung di sekitar Mojokerto

Penanggungan hanya 1.653 mdpl dan bisa ditektok, tapi bagian akhirnya curam dan berbatu. Yang membuatnya istimewa adalah lerengnya: ratusan punden berundak, petirtaan, dan struktur candi dari era Jawa kuno tersebar di sepanjang jalur. Arjuno dan Welirang di sisi lain adalah pendakian panjang 2–3 hari.

Kalau ini pendakian pertamamu

Penanggungan lewat Tamiajeng, naik 2,5–4 jam. Kalau ingin sekalian melihat situs purbakalanya, ambil jalur Jolotundo yang melewati petirtaan kuno.

PROFIL

Profil lengkapnya

Semua gunung Jawa Timur →

Lanjutkan dari sini

Sumber & pemeriksaan

Informasi yang bisa berubah—status jalur, tarif, kuota, dan status vulkanik—wajib kamu konfirmasi sendiri ke sumber resmi sebelum berangkat.

Terakhir diperiksa 8 September 2026. Lihat metodologi kami.

Gunung Indonesia adalah publikasi informasi independen, bukan lembaga resmi. Sebelum berangkat, pastikan kondisi terkini lewat MAGMA Indonesia, BMKG, dan pengelola kawasan atau basecamp jalur. Kondisi di gunung bisa berubah kapan saja.