Gunung Indonesia
GunungWilayahDaftarPanduanKeselamatanGeologi

Profil gunung · Nusa Tenggara Barat

Gunung Tambora

Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, NTB, adalah gunung yang menghasilkan letusan terbesar dalam sejarah tercatat manusia—erupsi April 1815 yang melontarkan material begitu banyak sampai menurunkan suhu global dan membuat 1816 dikenal sebagai 'tahun tanpa musim panas' di Eropa dan Amerika Utara.

Terakhir diperiksa 8 September 2026 Jenis Gunung api aktif Ketinggian 2.850 mdpl
Jawaban singkat

Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, NTB, adalah gunung yang menghasilkan letusan terbesar dalam sejarah tercatat manusia—erupsi April 1815 yang melontarkan material begitu banyak sampai menurunkan suhu global dan membuat 1816 dikenal sebagai 'tahun tanpa musim panas' di Eropa dan Amerika Utara. Sekarang tingginya sekitar 2.850 mdpl dengan kaldera menganga selebar 6–7 km di puncaknya.

Gunung ini cocok buat siapa?

Untuk pendaki berpengalaman yang siap dengan jalur panjang dan panas. Tambora bukan gunung yang ramai, jadi persiapan logistik harus mandiri.

Medan dan karakter jalur

Savana dan hutan kering di bagian bawah—Sumbawa jauh lebih kering dari Jawa—lalu hutan yang lebih rapat, kemudian area terbuka berpasir menjelang bibir kaldera. Panas siang di jalur bawah bisa sangat menyengat.

Perkiraan durasi. 3–4 hari pulang pergi.

Tingkat kesulitan. Berat karena jarak, panas, dan keterbatasan air. Indonesia tidak punya sistem penilaian kesulitan resmi, jadi keterangan ini adalah rangkuman faktor—bukan skor baku. Lihat metodologi.

Jalur pendakian

Berikut jalur resmi yang kami temukan terdokumentasi untuk Gunung Tambora. Status buka-tutup tiap jalur bisa berbeda dan berubah sewaktu-waktu—konfirmasi ke basecamp sebelum memilih.

  • PancasilaBasecamp: Pekat, DompuJalur paling umum, lewat perkebunan kopi di kaki gunung.
  • PiongBasecamp: Sanggar, BimaAlternatif dari sisi timur, lebih terbuka dan lebih panas.
  • Doro NcangaBasecamp: DompuBisa dilalui kendaraan sampai cukup tinggi. Melintasi savana luas.

Bingung memilih? Baca cara memilih jalur pendakian.

Kondisi lapangan

Akses dan transportasi

Dari Bima atau Dompu ke Pancasila (Doro Ncanga) atau Piong. Perjalanan darat panjang dari bandara terdekat.

Sumber air

Sangat terbatas. Ada sumber di beberapa pos jalur Pancasila, tapi jangan mengandalkannya sepenuhnya.

Berkemah dan aturan kawasan

Pos-pos jalur; area dekat bibir kaldera terbuka dan berangin.

Cuaca dan musim

Kering dan panas di jalur bawah, dingin dan berangin di bibir kaldera.

Perizinan dan biaya

Registrasi lewat Balai TN Tambora dan pos jalur.

Biaya. Tarif kawasan konservasi; konfirmasi ke balai atau pos jalur.

Yang perlu diwaspadai

  • Tambora masih gunung api aktif meski sudah lama tidak meletus besar.
  • Panas dan kekurangan air adalah risiko utama di jalur bawah.
  • Bibir kaldera curam—jangan mendekati tepian yang tidak stabil.

Pertanyaan yang sering muncul

Gunung Tambora meletus tahun berapa?

Letusan besarnya terjadi pada April 1815. Ini letusan gunung api terbesar dalam sejarah tercatat manusia, dengan skala VEI 7. Dampaknya global: material di atmosfer menurunkan suhu bumi dan membuat 1816 dikenal sebagai 'tahun tanpa musim panas' di belahan bumi utara.

Gunung Tambora berapa mdpl?

Sekitar 2.850 mdpl sekarang. Sebelum letusan 1815, tingginya diperkirakan lebih dari 4.000 m—letusan itu memenggal bagian atas gunung dan menyisakan kaldera selebar sekitar 6–7 km.

Gunung Tambora ada di mana?

Di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, di wilayah Kabupaten Bima dan Dompu.

Berapa lama mendaki Tambora?

Umumnya 3–4 hari pulang pergi lewat jalur Pancasila. Jalurnya panjang dan sumber airnya terbatas, jadi logistik perlu direncanakan serius.

Sumber & pemeriksaan

Informasi yang bisa berubah—status jalur, tarif, kuota, dan status vulkanik—wajib kamu konfirmasi sendiri ke sumber resmi sebelum berangkat.

Terakhir diperiksa 8 September 2026. Lihat metodologi kami.

Lanjutkan dari sini

Gunung lain di sekitarnya

Gunung Indonesia adalah publikasi informasi independen, bukan lembaga resmi. Sebelum berangkat, pastikan kondisi terkini lewat MAGMA Indonesia, BMKG, dan pengelola kawasan atau basecamp jalur. Kondisi di gunung bisa berubah kapan saja.