Gunung Indonesia
GunungWilayahDaftarPanduanKeselamatanGeologi

Profil gunung · Bali

Gunung Agung

Gunung Agung adalah gunung tertinggi di Bali dan titik paling penting dalam kosmologi Hindu Bali—Pura Besakih, pura terbesar di pulau ini, berdiri di lerengnya.

Terakhir diperiksa 8 September 2026 Jenis Gunung api aktif Ketinggian 3.142 mdpl
Jawaban singkat

Gunung Agung adalah gunung tertinggi di Bali dan titik paling penting dalam kosmologi Hindu Bali—Pura Besakih, pura terbesar di pulau ini, berdiri di lerengnya. Ketinggiannya paling sering ditulis 3.142 mdpl, meski ada pengukuran ulang yang memberi angka lebih rendah. Agung meletus besar pada 1963 dan kembali erupsi pada 2017–2019.

Gunung ini cocok buat siapa?

Untuk pendaki berpengalaman, dan hanya ketika status vulkaniknya mengizinkan. Pendakian umumnya dilakukan dengan pemandu lokal, berangkat tengah malam.

Medan dan karakter jalur

Jalur Pasar Agung lebih pendek tapi berakhir di bibir kawah, bukan puncak tertinggi. Jalur Besakih lebih panjang dan menuju puncak tertinggi. Bagian atas berupa batuan dan pasir vulkanik dengan kemiringan besar.

Perkiraan durasi. Berangkat tengah malam, naik 5–7 jam, turun 4–5 jam. Umumnya diselesaikan dalam satu hari panjang.

Tingkat kesulitan. Berat. Tanjakan panjang tanpa camp di jalur, dilakukan dalam gelap. Indonesia tidak punya sistem penilaian kesulitan resmi, jadi keterangan ini adalah rangkuman faktor—bukan skor baku. Lihat metodologi.

Jalur pendakian

Berikut jalur resmi yang kami temukan terdokumentasi untuk Gunung Agung. Status buka-tutup tiap jalur bisa berbeda dan berubah sewaktu-waktu—konfirmasi ke basecamp sebelum memilih.

  • Pasar AgungBasecamp: Selat, KarangasemLebih pendek, berakhir di bibir kawah pada ketinggian yang lebih rendah dari puncak tertinggi.
  • BesakihBasecamp: Rendang, KarangasemLebih panjang, menuju puncak tertinggi. Berangkat dari kawasan Pura Besakih.

Bingung memilih? Baca cara memilih jalur pendakian.

Kondisi lapangan

Akses dan transportasi

Dari Denpasar ke Karangasem sekitar 2–2,5 jam. Titik awal Pasar Agung dan Besakih.

Sumber air

Tidak ada sumber air di jalur. Bawa semuanya.

Berkemah dan aturan kawasan

Umumnya tidak berkemah—pendakian dilakukan langsung dalam satu perjalanan panjang.

Cuaca dan musim

Angin kencang di lereng atas. Suhu rendah menjelang subuh.

Perizinan dan biaya

Pendakian dibatasi mengikuti status vulkanik PVMBG. Gunung juga ditutup saat hari raya keagamaan tertentu. Pemandu lokal umumnya diwajibkan.

Biaya. Biaya pemandu dan retribusi kawasan; besarannya berbeda antar operator.

Yang perlu diwaspadai

  • Agung gunung api aktif dengan sejarah letusan besar. Status bisa naik dan pendakian ditutup mendadak.
  • Gunung ini tempat suci bagi umat Hindu Bali. Ada aturan adat tentang siapa yang boleh naik dan kapan—hormati semua itu.
  • Lereng atas curam dengan batu lepas, dilalui dalam gelap.

Pertanyaan yang sering muncul

Gunung Agung berapa mdpl?

Angka yang paling umum dipakai adalah 3.142 mdpl. Beberapa pengukuran ulang yang lebih baru memberikan sekitar 3.031 mdpl. Perbedaannya berasal dari metode dan waktu pengukuran, sebagian setelah letusan mengubah bentuk puncak. Kalau kamu butuh angka untuk keperluan resmi, gunakan yang dipublikasikan Badan Geologi.

Gunung tertinggi di Bali apa?

Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, sekitar 3.142 mdpl.

Kapan Gunung Agung meletus?

Letusan besar terjadi pada 1963 dan menelan lebih dari seribu korban jiwa. Agung kembali memasuki fase erupsi pada 2017 hingga 2019, yang sempat menutup Bandara Ngurah Rai beberapa kali.

Apakah Gunung Agung boleh didaki kapan saja?

Tidak. Selain bergantung pada status vulkanik, gunung ini adalah tempat suci umat Hindu Bali dan ditutup saat hari raya keagamaan tertentu. Hormati aturan adat setempat dan gunakan pemandu lokal.

Sumber & pemeriksaan

Informasi yang bisa berubah—status jalur, tarif, kuota, dan status vulkanik—wajib kamu konfirmasi sendiri ke sumber resmi sebelum berangkat.

Terakhir diperiksa 8 September 2026. Lihat metodologi kami.

Lanjutkan dari sini

Gunung lain di sekitarnya

Gunung Indonesia adalah publikasi informasi independen, bukan lembaga resmi. Sebelum berangkat, pastikan kondisi terkini lewat MAGMA Indonesia, BMKG, dan pengelola kawasan atau basecamp jalur. Kondisi di gunung bisa berubah kapan saja.